Cara Mudah Budidaya Ikan Cupang Kuping Gajah

Ikan cupang kerap kali menjadi hewan peliharaan yang unik. Ikan yang masuk dalam genus Betta ini memiliki banyak varian, salah satu diantaranya yaitu ikan cupang kuping gajah. Ikan ini merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki bentuk serta karakter unik sekaligus cenderung agresif pada waktu mempertahanan wilayahnya.
Budidaya ikan cupang kuping gajah tak perlu menggunakan tempat yang lebar dan dapat dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai pengalaman memelihara hewan sekalipun. Agar mendapatkan ikan cupang kuping gajah berkualitas, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pemula.

Pilih indukan berkualitas

Pemilihan indukan ikan cupang kuping gajah berkualitas akan berpengaruh pada anakannya. Sebab, indukan berkualitas biasanya menurunkan anakan yang berkualitas pula. Sangat disarankan untuk memilih indukan dengan warna cerah serta tak memiliki penyakit dan juga cacat tubuh.

Menyiapkan tempat pemeliharaan

Terdapat berbagai macam pilihan tempat pemeliharaan ikan cupang. Misalnya, botol, akuarium, dan kolam beton. Tempat pemeliharaan bisa disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang dimiliki.

Untuk proses adaptasi, pada saat memasukkan indukan ikan cupang yang baru dibeli ke wadah pemeliharaan, sebaiknya masukkan pula air dari penjual tempat Anda membeli ikan tersebut. Hal ini berfungsi sebagai adaptasi ikan.

Suhu dan kualitas air

Suhu yang disukai ikan cupang kuping gajah ialah 24—27°C. Sementara itu, jenis air yang disukai ikan ini, yaitu sedikit asam pada kisaran pH 6,5—7,5. Disarankan untuk menggunakan air conditioner atau dechlorinater untuk menjaga air yang Anda gunakan menjadi aman untuk budidaya ikan cupang kuping gajah.

Pemberian pakan

Pemberian pakan alami ikan cupang bisa berupa pelet khusus, udang laut beku, kutu air, ataupun bloodworms. Berikan pakan 2 kali dalam sehari, pada pukul 07.00 dan 17.00, jangan berlebihan secukupnya saja. Sebab, terlalu banyak memberikan pakan tak baik untuk kebersihan tempat tinggal ikan, serta dikhawatirkan dapat mengendap serta membusuk di dalam dasar air.
Pergantian air

Supaya ikan cupang tetap sehat, dianjurkan untuk menganti 50 persen air dalam akuarium setiap harinya dengan cara menyedot menggunakan selang plastik. Untuk pergantian air secara total dilakukan setiap seminggu sekali.

Agar terbebas dari cendawan ataupun bakteri, botol atau akuarium dicuci bersih lalu dijemur. Selain itu, bisa juga merendamnya dengan larutan PK dosis tinggi selama kurang lebih 1 hingga 2 jam, kemudian wadah dicuci bersih dan dijemur.

Crown Tail Ikan Cupang yang Bisa Atasi Demam Berdarah

Di kala musim hujan tiba, wabah penyakit yang disebabkan jentik nyamuk pun perlahan muncul dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berbagai alternatif pencegahan penyakit malaria ataupun demam berdarah perlu dicoba. Salah satunya, yaitu dengan memelihara ikan cupang jenis crown tail.


Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bandung, Dedi Arief Hendriyanto menyebutkan, ikan cupang jenis tersebut dapat memakan 80 jentik nyamuk dalam satu kali makan. Ia mengatakan, kalau jenis ikan cupang lainnya itu minimal hanya mampu memakan 10 jentik nyamuk dalam satu kali makan.

“Ikan cupang crown tail (cupang hias serit) merupakan ikan asli Indonesia,” ujarnya.

Ciri yang menonjol pada ikan ini memiliki gerakan agresif dan memiliki warna yang indah. Masyarakat dapat melakukan pencegahan penyakit berbahaya seperti malaria dan demam berdarah dengan cara memasukkan ikan cupang ke bak mandi, gentong, ataupun drum. Dapat pula ditempatkan di segala wadah yang dijadikan penampungan air yang ada indikasi jentik nyamuk.

Jenis kelamin ikan cupang serit ini dapat diketahui sejak ikan berumur satu bulan. Pada ikan jantan, biasanya warnanya lebih cerah. Sementara, pada betina biasanya bentuk badan lebih oval serta warnanya agak memudar.

Pada usia satu bulan, ikan betina ataupun jantan boleh dicampur dalam satu kolam, asalkan makanan yang disediakan cukup untuk semua ikan. Apabila makanan tidak cukup, ikan cupang yang dasarnya adalah tipe soliter akan menyerang sesama jenisnya.

Pada usia dua bulan, barulah ikan cupang ditempatkan di kolam sendiri-sendiri. Untuk suplemen tambahan, dapat digunakan air rendaman daun ketapang kering. Ini berguna agar pH (keasaman) air tetap stabil.
Cupang crown tail merupakan varian Betta splendens yang digemari para penghobi ikan hias. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, popularitas ikan cupang kian berkilau seiring beragamnya corak ikan yang cantik dan peminatnya yang cenderung naik. Inilah yang membuat pasar ikan cupang tidak seperti ikan hias lainnya.

Untuk ikan hias crown tail banyak diminati bukan saja karena cantiknya, melainkan juga manfaat dan peluang bisnis yang terbuka luas. Diharapkan, keberadaan ikan cupang ini dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat yakni dapat mengurangi wabah penyakit demam berdarah dan malaria. Selain itu, dapat membuka peluang bisnis bagi pembudi daya ikan cupang.